Provokasi dari ku

Sewajarnya jika kebanyakan orang akan mudah menyala, terpancing ketika ada pemantik. Istilah lain, salahsatunya adalah provokasi.

Seperti halnya ada gas yg berbau, entah itu sara, idealisme atau politik. Jika dipantik, akan mengeluarkan api. Bahkan api itu bisa sgt besar. Baik jika api itu positif. Namun jika sebaliknya, org lebih mengenal istilah provokasi.

Hari ini, kita berduka. Saudara kita di Selandia baru, dibantai dengan sadis ketika shalat Jum’at. Oleh the really really teroris.

Ntah apa tujuan sang teroris ini..

Apa hanya buat fun? Krena tampak seperti vlogger yg ingin menunjukkan kekuatan nya. Atau dia punya kebencian yg tinggi?

Temen2, bukankah ini bukan pertama kalinya..?

Dulu umat muslim selalu jadi musuh bersama bagi para pengikut setan . Sehingga, byk sekali yg dibantai dgn sadis. Tapi saya gkkn bahas, kalo yg aneh justru muslimlah yg dianggap teroris.

Mudah sekali kaum kita diperlukan demikian oleh musuh musuh kita..

Apa Krena kita ini yg selalu membawa kedamaian? Atau Krena kita sedang tidak kuat?

Saya memprovokasi klean untuk tidak diam. Jgn biarkan kita lemah..

Jgn biarkan musuh kita kuat.

Mksdnya, bukan berarti Klean menyerang. Ngapain juga. Cukup bertahan aja dgn persatuan. Dan antisipasi, cegah hal hal yg mungkinkan para musuh kita bersatu.

Di Indonesia ada PKI, dan Syiah.

Hati2 dgn mereka

14maret19

Ku berfikir tentang teman lama. Kini ada banyak patah komunikasinya dgn mereka . Karena sama-sama gk ada kepentingan mungkin?. Kecuali, diantara kita ada yg pembisnis online, atau politikus.. dua jenis manusia yg kek gini, penting bet tuk tetep menjalin hubungan. Hehe

Oh iya, Semenjak biasku ke Mark Zuckerberg. Ku berfikir tuk mengoptimalkan, web bikinan dia. Facebook.. Facebook ini dah masuk kategori , artificial intelegen loh. Punya kecerdasan buatan, semacam robot. Dia bisa mendeteksi wajah dgn menjawab identitas pemilik wajah. Amazing kan?

Tapi, temenku banyaknya aktif di Instagram. Mungkinkah karena mereka ini generasi Z?

Klo Facebook kan. Semua kalangan bisa masuk. Yg hpnya jadul pun, bisa aja punya akun Facebook. Krena bisa diakses di PC juga.

Tapi teruntuk Instagram. Enaknya , digunain di hp canggih. Unduh apknya, dan bbrpa apk pendukung seperti picture editor. Apalagi kalo kualitas kameranya bagus bet.. jadi seleb aja noh!!

Makanya, keknya ku harus aktif bgt di IG. Biar bisa cek kabar teman2, juga cari inspirasi buat bangun start up kelak.

Atau apresiasi postingan mereka, sambil bangun reputasi dan elektabilitas diri.

Wkwkk, emangnya aku calon politikus?

Menunggu penuh Sabar

Sungguh rencana ini mesti terrombak karena satu dan lain hal.. Uas rampung tanggal 6 Desember. Tanggal 7-nya pulang dulu ke rumah via Blitar-Bandung.

Namun, tanggal 6 ada pemberitahuan bahwa tempat PKL harus udah Fix. kalau enggak, maka harus balik lagi ke kampus guna membuat surat. Lah, kirain bisa dibuat secara online. padahal lebih efektif. kenapa mesti kaku banget sih . Kecewa duh sama staff yang ngurusin ini.

Sebetulnya lebih dari tanggal 6 juga gapapa sih. cuma, akunya aja yang nentuin itu. yaiyalah, kan tanggal 7 mau ke blitar. udah beli tiket lagi. Akhirnya, tanggal 5 aku hubungi deh a fajar. (Kakaknya sohibku, sebulan sebelumnya aku udah ngehubungi dia, bahkan aku samperin ke tempatnya)

Ok, fix aku bikin tuh surat. Dan staf TU meminta aku balik lagi ke kampus kalau mau ganti tempat. Yaudah, daripada ganti tempat mending pasrah aja. nurut ke kang fajar. kalau aku mau PKL di tempatnya, di Solo. inget jenny blackpink terus

Ceritanya aku udah nyampa rumah Cianjur , (baca perjalanan ku sampe cianjur disini). tanggal 15 aku balik lagi ke bandung.

Ada kekhawatiran yang mendalam, yakni kapan aku mesti pergi ke solo. harusnya kan tanggal 17 desember. begitulah surat yang dibikin oleh staf kampus. dan selesai 17 februari, 2 bulan. karena aturannya 2 bulan. sedangkan, tanggal 15 ini aku belum dapat kepastian.

berhari-hari kutunggu balasan dan kang fajar itu. eh, dianya sibuk kayaknya. dilihat dari IGnya saja, traving mulu.

nih, wong e lagi ndek bali. pantesan  WA ku ora di buka.

Tanggal 15, kusampaikanlah ke tegar, adiknya. Tak lama, di kasih tahu jawabannya.

masih riweuh mad” tuturnya.

lah, kenapa gk ngomong aja atuh. bales ke.. digantungin gak enak ya.

yaudah gakpapa, kutunggu aja, hingga januari. semoga ada kepastian. Namun, akankah aku bersabar. yang jelas aku harus sabar. dan tidak berubah rencana terlalu jauh. apalagi, harus mencari tempat PKL baru.

Giliran waktu, rencanan awal 17 februari harusnya udah selesai. dan kuliah lagi seperti biasa. tapi ku akalin kalau mulainya 7 januari, otomatis harusnya 7 maret kan? itungannya 2 bulan.

gimana ntar aja

img-src:"http://ppg.um.ac.id/2018/06/"

Starup Teratas IndonesHia

Hadirnya Startup menjadikan hidup lebih efisien. Tak bisa dipungkiri itu. Bahkan, kini orang berlomba-lomba untuk membangun startup baru. Hingga di Indonesia saja, sangat banyak.

Namun, dari sekian banyak startup dari Indonesia ini, yang mana sajakah startup yang udah dikatakan kelas teratas. yang dikatakan paling sukses gitu?

Kami akan menjabarkan mereka yg terpilih. Mereka kami pilih karena udah mendapatkan pendanaan seri-A dari Venture Capital. Artinya, mereka ini yang paling banyak mendapatkan pendanaan dari yang lain.

Langsung aja kuy..

  • Tokopeda
  • Bukalapak
  • Bhineka
  • Sociolla
  • Otten Coffe
  • Hijup
  • Qlapa
  • Gojek
  • Traveloka
  • Tiket
  • Pawoon
  • Jojonomic
  • Fabelio
  • IDN Media
  • Kurio
  • Harukaedu
  • Ruang Guru
  • eFishery
  • Investree
  • Jurnal
  • Seekmi
  • Qlue
  • Daily Social
  • TouchTen
  • Berry Kitchen
  • Snap Cart
  • Kudo
  • PicMix
  • Pinterous
  • Ralali
  • Qerja
  • Sribu
  • Tinggal
  • Moka
  • Alodokter
  • HaloDoc
  • Baca
  • Amartha
  • Adskom
  • Qraved
  • UrbanIndo
  • IndoTrading
  • MobilWow
  • Apps Foundry
  • Female Daily Network
  • Cermati
  • Tripvisto
  • Pinjam
  • Lyke
  • Agate
  • Happy Fresh
  • Berrybenka
  • Bilna
  • Dealoka
  • Dusdusan
  • Goers
  • Modalku
  • RUMA
  • Urban Hire
  • Sale Stock





img-src:"httpswww.jurnalweb.com10-startup-indonesia-yang-jadi-incaran-pencari-kerja"