Jedain dan alihin

  • by

Ini bukan lanjutan kisah kemarin tentunya. Hanya ingin memberi info, kini penulis menulis kisah yg diharap sih bisa jadi novel nantinya. Ini tentu tidak menarik bagi temen-temen. Tapi bbrpa saat kemudian, akan berbeda.

Temen-temen akan beruntung jika bergabung bersama deretan pembaca kisah ini.

Penulis mencoba menginspirasi, memberi sedikit hiburan. Value apa yg temen-temen dpet, bisa jadi tergantung prespektif temen-temen. Bisa krna prasangka, sugesti atau cara temen-temen menyimpulkan.

Jiga ada ambiguitas, itu sengaja diukir dalam part dari tulisan. Tak lain biar temen-temen tergerak tuk nanya kebenarannya ke penulis.

Pun nanti terdapat bahasa yg mudah menyulut emosi temen-temen. Jika kurang setuju Monggo sampaikan sarannya.

Penulis terbuka. Penulis suka berbaur dengan temen-temen.

Lanjutan kisah, akan dialihkan di Watpad. Web ini akan tetap berjalan, namun tentang pikiran penulis terhadap pengalaman yg luas arahnya. Bukan hanya ttg perempuan ataupun asamara saja.

Tidak lagi bentuknya yg berkesinambungan antar post. Itu sedikit membatasi penulis sebenarnya. Disaat ingin membahas dogma ttg satu hal, ngerasa tidak boleh dituang disini. Krna tidak nyambung dgn podt sebelumnya. Lalu, dmna lagi penulis menuangkannya coba?

Baru aja dua hari yg lalu, penulis sampaikan suatu pikiran ke seseorang yg membuat penulis nyaman jika curhat. Nmun ada org lain ygcemburu, rupanya itu jadi masalah bagi penulis. Penulis dianggap mau nikung org itu . Sempet ilfeel sih dgn pemikiran kaum bucin yg so soan kyk gitu. mnding jika mereka udah sah, inimah tunangan aja belum. Naif bin posesif banget terhadap rajut asmara yg mereka ciptakan sendiri.

Udah ah ya , gitu dulu tuk saat ini. Penulis mcoba memikirkan hal lain yg lebih positif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *