Part 3. Tatapan tajam Suyi

“Bangke!!”. Hardikku pada diri ini.

Setelah berfikir lagi, kenapa harus malu? Masa hanya dgn dua orang aja kalah. Masa malah membuatku tak bisa nikmatin konser ini sih?

Harusnya aku pede aja ketemu Suyi. Rasa suka ini bukan salahku toh. Tapi salah Suyi.

Beberapa bulan lalu ada latihan evakuasi. Teknisi membantu menggaduhkan ruangan. Sedangkan target kita adalah mereka para karyawan produksi. Krna jumlah mereka sgt banyak, jadi mesti siap kalau kegentingan terjadi kapan aja.

Saat pelaksanaan dilak, kupukullah meja besi dgn obeng panjang ku. Semuanya berlarian. Saat hampir keluar semua aku pun menyusul. Para teknisi berkumpul, termasuk teknisi robot dan mesin.

Ada yg aneh. Seseorang menatapku tajam. Dia duduk jongkok, tampak lelah. Wajah menunduk namun matanya menyorot kemataku.

Aku GK hiraukan itu.

Beberapa jam kemudian, aku berpapasan dgnnya. org yg tadi menyorotiku. Dia keluar dari mushola.

Dari matanya itu, Aku cukup nyaman melihat wajahnya. yg teduh. Tunduk namun matanya fokus kedepan. Menyoroti apa saya yg ia lihat.

Bibirnya kecil merah muda. Tanpa lipstik dan natural. Itu membuatku penasaran.

Pun ku Berharap bisa melihatnya lagi.

Dua hari kemudian, di tempat yg sama. Aku melihatnya lagi. Habis sholat

Ku buntuti. Hingga akhirnya aku tau kursi tempat dia bekerja. Mulailah aku stalking

Penasaran bertambah. Muncullah rasa suka.

Jadi, siapa yg salah? Suyi kan?

apa mungkin, dia risih padaku??

Belum tentu Muna,.. aku pun mulai memberanikan diri keluar dari tempat persembunyian. Beruntung tak ada yg antri diluar. Dan kulanjutkan misiku yg lain, cari teman.

Langkah yg kuambil. Pilih kelompok yg ada minimal satu diantaranya, aku kenal. Habis itu buat semua yg ada dlm kelompok itu melihatku. Dgn begitu, semua kan tampak familier dgn wajahku ini. Kapan2 kali aja akan dekat.

Aku ngebayangin seperti sedang lebaran aja. Aku ramah ke semua yg ngodein senyum padaku. Yg awalnya canggung , kini aku mulai bebas

Saat itu juga aku mulai melirik mobil tuk donor darah.

Pikiran malah menuju ke snack dan AC.

Rasanya pengen masuk, tapi ragu. Takut pingsan. Tapi demi masuk ke mobil itu, kuberanikan aja ah. Daftar

Lulus syukur GK juga GPP. Seenggaknya udah mencoba.

Donor darah sama aja dgn upgrade darah sendiri. Aplikasi di smartphone aja sering diupgrade, ko darah dalam tubuh enggak.

Sekalian, pengen tau. Aku sedang sehat GK ya??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *