Alasan kenapa mesti baik kesetiap orang.

Krena kita gk tahu kan beban yg sedang ditanggung mereka? Namun, Bbrpa masih aja bisa tersenyum. Tak seharusnya kita melakukan pembenaran dari sifat egois seolah sedang tidak mood.
Persetan dengan mood .
Baiknya, kita tak lemah dlm mengendalikan emosi. Lebih kuatlah dalam menahan diri untuk tak bersikap buruk kepada org lain.

Tunjukan versi terbaik dalam diri.

~

Orang kaya seharusnya derma. Tidak takut hartanya habis krna berbagi. Mari, sering-seringlah berbagi.

Yg termudah, kita bisa kok berbagi kehangatan dengan senyuman. Percaya deh, senyuman menyugestikan suasana menjadi lebih baik. Tebarlah itu saat dianggap perlu. Pun Kita akan lebih bahagia dalam berinteraksi.

Nmun, jgn heran jika ada pikiran buruk yg menghalau untuk bersikap baik. “Tebar senyum dianggap sebagai tebar pesona”.

“Hey, senyumanmu memang indah kawan. Itu gak salah, memang benar. Kamu sangat memesona

Jgn hiraukan ttg pikiran buruk itu. Kita orang baik, pikiran kita pun harus baik. Kita senyum karna ingin berbagi. Kita berbagi krna kebesaran hati melebihi org derma.

Jedain dan alihin

Ini bukan lanjutan kisah kemarin tentunya. Hanya ingin memberi info, kini penulis menulis kisah yg diharap sih bisa jadi novel nantinya. Ini tentu tidak menarik bagi temen-temen. Tapi bbrpa saat kemudian, akan berbeda.

Temen-temen akan beruntung jika bergabung bersama deretan pembaca kisah ini.

Penulis mencoba menginspirasi, memberi sedikit hiburan. Value apa yg temen-temen dpet, bisa jadi tergantung prespektif temen-temen. Bisa krna prasangka, sugesti atau cara temen-temen menyimpulkan.

Jiga ada ambiguitas, itu sengaja diukir dalam part dari tulisan. Tak lain biar temen-temen tergerak tuk nanya kebenarannya ke penulis.

Pun nanti terdapat bahasa yg mudah menyulut emosi temen-temen. Jika kurang setuju Monggo sampaikan sarannya.

Penulis terbuka. Penulis suka berbaur dengan temen-temen.

Lanjutan kisah, akan dialihkan di Watpad. Web ini akan tetap berjalan, namun tentang pikiran penulis terhadap pengalaman yg luas arahnya. Bukan hanya ttg perempuan ataupun asamara saja.

Tidak lagi bentuknya yg berkesinambungan antar post. Itu sedikit membatasi penulis sebenarnya. Disaat ingin membahas dogma ttg satu hal, ngerasa tidak boleh dituang disini. Krna tidak nyambung dgn podt sebelumnya. Lalu, dmna lagi penulis menuangkannya coba?

Baru aja dua hari yg lalu, penulis sampaikan suatu pikiran ke seseorang yg membuat penulis nyaman jika curhat. Nmun ada org lain ygcemburu, rupanya itu jadi masalah bagi penulis. Penulis dianggap mau nikung org itu . Sempet ilfeel sih dgn pemikiran kaum bucin yg so soan kyk gitu. mnding jika mereka udah sah, inimah tunangan aja belum. Naif bin posesif banget terhadap rajut asmara yg mereka ciptakan sendiri.

Udah ah ya , gitu dulu tuk saat ini. Penulis mcoba memikirkan hal lain yg lebih positif

Part 3. Tatapan tajam Suyi

“Bangke!!”. Hardikku pada diri ini.

Setelah berfikir lagi, kenapa harus malu? Masa hanya dgn dua orang aja kalah. Masa malah membuatku tak bisa nikmatin konser ini sih?

Harusnya aku pede aja ketemu Suyi. Rasa suka ini bukan salahku toh. Tapi salah Suyi.

Beberapa bulan lalu ada latihan evakuasi. Teknisi membantu menggaduhkan ruangan. Sedangkan target kita adalah mereka para karyawan produksi. Krna jumlah mereka sgt banyak, jadi mesti siap kalau kegentingan terjadi kapan aja.

Saat pelaksanaan dilak, kupukullah meja besi dgn obeng panjang ku. Semuanya berlarian. Saat hampir keluar semua aku pun menyusul. Para teknisi berkumpul, termasuk teknisi robot dan mesin.

Ada yg aneh. Seseorang menatapku tajam. Dia duduk jongkok, tampak lelah. Wajah menunduk namun matanya menyorot kemataku.

Aku GK hiraukan itu.

Beberapa jam kemudian, aku berpapasan dgnnya. org yg tadi menyorotiku. Dia keluar dari mushola.

Dari matanya itu, Aku cukup nyaman melihat wajahnya. yg teduh. Tunduk namun matanya fokus kedepan. Menyoroti apa saya yg ia lihat.

Bibirnya kecil merah muda. Tanpa lipstik dan natural. Itu membuatku penasaran.

Pun ku Berharap bisa melihatnya lagi.

Dua hari kemudian, di tempat yg sama. Aku melihatnya lagi. Habis sholat

Ku buntuti. Hingga akhirnya aku tau kursi tempat dia bekerja. Mulailah aku stalking

Penasaran bertambah. Muncullah rasa suka.

Jadi, siapa yg salah? Suyi kan?

apa mungkin, dia risih padaku??

Belum tentu Muna,.. aku pun mulai memberanikan diri keluar dari tempat persembunyian. Beruntung tak ada yg antri diluar. Dan kulanjutkan misiku yg lain, cari teman.

Langkah yg kuambil. Pilih kelompok yg ada minimal satu diantaranya, aku kenal. Habis itu buat semua yg ada dlm kelompok itu melihatku. Dgn begitu, semua kan tampak familier dgn wajahku ini. Kapan2 kali aja akan dekat.

Aku ngebayangin seperti sedang lebaran aja. Aku ramah ke semua yg ngodein senyum padaku. Yg awalnya canggung , kini aku mulai bebas

Saat itu juga aku mulai melirik mobil tuk donor darah.

Pikiran malah menuju ke snack dan AC.

Rasanya pengen masuk, tapi ragu. Takut pingsan. Tapi demi masuk ke mobil itu, kuberanikan aja ah. Daftar

Lulus syukur GK juga GPP. Seenggaknya udah mencoba.

Donor darah sama aja dgn upgrade darah sendiri. Aplikasi di smartphone aja sering diupgrade, ko darah dalam tubuh enggak.

Sekalian, pengen tau. Aku sedang sehat GK ya??

Part 2. Si switer aqua

Aku masih terpisah dengan buna. Hnya dgn barengan dengannya, tak ada lagi kecanggungan bagiku. aku pun meninggalkan kelompok mba melisa, karna malu. benar benar malu. tak seharusnya aku terlalu jujur waktu itu

acara ultah tempat kerjaku layaknya konser dengan tampilan musik dangdut sebagai hidangan utama. namun mc belum membuka acara dan masih terdengar suara cek sound dari panitia.

akhirnya aku menghampiri gerombolan rekan kerjaku sesama teknisi robot. rupanya mereka sedang menunggu yg lainnya. harusnya aku bergabung bersama mereka. sepertihalnya populasi satwa bergerombol sesuai spesiesnya. namun aku tak gitu. aku lebih senang bebas bisa lompat sana sini.

fery salah satu dari mereka mengajakku makan dan mencari suyi. padahal aku udah makan namun aku tertarik dengan tawaran yg kedua.

suyi, sosok perempuan yg fery taunya adalh yg kusuka. pernah, aku terbuka pada fery. memang benar aku suka suyi. nmun ku hnya penasaran dan ingin lebih dekat saja. ntah kenapa , fery menerjamahkan kalau aku jatuh cita pada suyi. dan dia berusaha membantu jadi mat comblang.

aku nurut aja,

rupanya, fery tahu suyi ada dimana. gak lama dari itu, saat melangkah ke salah satu tenda bazar. aku di dorong dan hampir menabrak suyi. aku pun langsung lari, menghindar karna gak punya nyali untuk menunjukan wajahku yg kusut ini.

andai semalam gk gadang, mungkin tampilan ini akan membuatku lebih percaya diri.

aku ingat, suyi mngenakan switer berwarna aqua. bibirnya merah muda tanpa lipstik. namun itu natural, yg membuatnya sangat cantik. sedangkan aku? ah sudahlah

gerombolan teknisi robot itupun ku tinggalkan, aku hilang dari tatapan mereka. gara-gara si fery ini. akhirnya aku pun menyendiri lagi , gak percaya diri tuk menunjukan wajah pada siapapun.

aku tak tau apa reaksi suyi tadi. kayaknya, kabar tentang aku suka pada dirinya sudah ia dengar. namun, aku gk tau, gimana dia merespon itu. apakah risih? atau mungkin menunggu nyaliku lebih besar dari ini.

sekarang aku hnya bisa ngurung diri di toilet. sekitar lima menit kemudian, ada yg ngetuk pintu. ku nyalakan keran, pura pura sedang bab. aku terus melakukan itu hingga acara dimulai dan tampilan demi tampilan dari tiap departemen aku lewatkan. ntah berapa jam ya, aku sambil ig-an juga sih.

aku berfikir keras, apa yg mesti kulakukan setelah ini. buna gak ngangkat telponku. aku gk berani keluar darisini sebelum tahu yg akan kulakukan. nyesel banget pake baju ini, mencolok , cerah, tapi wajah kusam. rambut berantakan juga.

Part 1. Si biru tosca

Bertepatan dengan ulangtahun perusahaan tempatku kerja. Tentunya bberapa moment amat kunantikan. meski sebelumnya pulang malam dan tidur selepas subuh. pagi ini aku tetap semangat menghadapi hari yg kan kulalui, tak lupa. sebelum tidur tadi, ku chat buna tuk membangunkanku. sadar sekali aku, nanti pasti kesiangan. dan syukurlah tak terjadi berkat buna.

aku langsung memilih style yang kan ku kenakan. harus sesuai dengan misi. yakni menarik perhatian orang, heheh. kok gitu? iyalah, karena ada visi yg ku tuju. ntar ku kasih tahu

kaos ungu, leher v dan jeans dongker. aku hnya membawa uang dan power bank. terlalu ribet jika bawa tas yg berat dengan isinya. apalagi kalau gak ada isinya, sia sia aja klo gitu.

tiba di lokasi, cukup kecewa. karna terlalu pagi, gak sempat sarapan. mau makanpun gak ada yg sesuai selera. gk ada yg layak masuk tubuhku yg gk enak badan akibat gadang ini. dan yg lain belum datang

buna menelponku , ia sempat kesel krna kutinggal brgkt duluan. kutunggu aja dia biar tak terlalu marah. makanpun kutunda.

setibanya dia, ku ajak makan dan keliling bazar sambil lirik sana sini, kali aja temen2 yg lain udah pada datang.

beberapa temenku ternyata gk datang, tapi beberapa juga ada yg membawa keluarganya. satu-persatu ku sapa mereka, bertingkah bahwa aku sudah sangat dekat dengan mereka. buna juga sama, ketemu temannya.

ada satu yg kukagetkan

mba melisa, sahabat terdekatku yg paling deket saat ini dgnku saat kerja. dia datang dengan keluarganya, tapi bukan dengan suaminya. aku sering dicomblangin sama dia oleh seniorku mas andi yg sama denganku bagian teknisi robot.

usia mba melisa beda 3 tahun dgn ibuku, aku sering menyikapi mas andi dgn timpalan santai, aku lebih cocok jadi anak angkat mba melisa. akupun bilang ke mba melisa, tolong adopsi aku mba.

mba melisa membawa anaknya, usianya beda 3 tahun dariku.

“yg mana mba?” tanyaku pada mba melisa
“ituloh yg baju hijau”

aku gk melihat bju hijau disekitar itu

namun, ada sosok perempuan yg kuduga sebagai anaknya mba melisa. bajunya biru tosca, aku pura2 ngga ngeh aja.

“gk ada mba”
“ituloh dibelakang”
“gk ada ih”

mba melisa pun berdiri dari duduknya dan menunjuk ke perempuan tadi. aku terkejut ternyata dugaan ku benar. spontan aku memujinya

“cantik mba” senyum sumringah ku tunjukan padanya. suaraku cukup keras, beberapa yg duduk dsana pun sontak menolehku. mba melisa lgsung menjawab,

“yaiyalah, mirip ibunya”

untuk menutupi malu, kutimpali mba melisa dgn candaan.

“wah, skrg aku harus hati2 nih. gk mau deket sama mba mel lagi. ntar di jadiin menantu”

smua yg ada disana pun tertawa.

kecuali prempuan itu, krna mungkin aja tak dengar.
kecuali buna, karna gak ada, aku kehilangan langkahnya. kayaknya bareng temannya

Dinding tema tulisan

Baiklah kawan, ini lembaran baruku. Tak semestinya aku menulis penggalan ini dulu. Hanya saja, aku ingin memisahkan tulisan ini dengan tulisan sebelumnya. tanpa harus menghapus tulisan sebelumnya kan?

Aku sering dipanggil muna. dulu.
Diambil dari Munawar tentunya, biasanya nada itu keluar dari tetangga yang gemas dengan perilakuku masa itu.
Menggemaskan bagi mereka, Nakalnya aku tapi lucu.
nada saat kesal dan geram yg sering terdengar ini jika aku melakukan kesalahan.
Tapi terdengar tak kencang ko, malah mengecil. Yaiyalah, aku kan sambil lari menjauhi yg marah padaku. hehe

“Munaaaaaa!”, teriak tetangga. begitulah cara mereka menghentikan aksiku.

Pejuang 2%

Aku teruji dengan rasa cinta yang berhembus di awal ramadhan.

Namun, haruskah hal itu terjadi. Bukankah ada perempuan lain yang sedang ku perjuangkan? Ya, dia yang sedari kelas satu SMA menjadi sorotan mataku.

Yang selalu bersama, baik dikelas maupun di perjalanan pulang. yang membuatku nyaman saatku meluapkan kejenuhan dalam pemikiran.

Dia satu satunya yang ingin ku perjuangkan.

Namun, teori bahwa teman SMA adalah jodoh itu hanya 2% terjadi di muka bumi.

2 sahabat ku, yang sering ngebangke bareng pass SMA, kini malah masuk dalam daftar saingan. Ada apa dengan mereka, inikah yang dinamakan rasa yang sama? Hingga, aku seperti yng mesti ngalah kah?

Dan, kini aku harus gimana? Kalo gini keadaannya. Mending Maju atau mundur, nih?

Mundur yang dimaksud tuh membuka diri tuk orang baru, dan lupakan dia teman SMAku itu. Gantikan, Yakni oleh yang mengisi hatiku kini di satu ramadlan.

Aku suka ketika si satu ramadhan ini menyebutku dengan, yang seolah ejekan bahwa aku tua.

Aku suka senyumnya.

Aku suka sikapnya.

Dia persis teman SMA, yang kuperjuangkan sebelumnya.

Kuharap aku mendapat jawaban, layakkah aku memperjuangkan mu juga oh satu ramadhan?

Menabung

Saat duduk dibangku sekolah dasar, banyak siswa pasti diajarkan untuk menabung. Ragam teknis dikampanyekan oleh para guru. baik berupa lagu maupun poster dan nasihat.

Namun, tak banyak yang menghiraukan ajaran tersebut. karena memang, menabung itu tak semudah membeli jajanan kantin yang amat mengoda. Apalagi saat tukang gorengan yang membuat propaganda, sehingga tercium saat menjelang istirahat.

Rupanya, bukan hanya di bangku sekolah dasar deh. Anak kuliah juga banyak mendapatkan ajakan untuk menabung. Namun, kasusnya sama. Saat kuliah pasti datang wangi misterius yang membuat perut keroncongan. Aneh kan?

Padahal, nabung itu bukan tentang menyimpan uang. namun, tentang bagaimana cara kita mengatur pengeluaran, dan memastikan bahwa pengeluaran itu penting dan mendesak. Sehingga, Uang kita pun bisa digunakan dilain waktu. tersedia disaat kita kepepet, atau bisa dijadikan modal, diinvestasikan dan dibelikan aset. pun kita akan terhindar dari hutang.

Memahami Hangeul

아무르 타임

Huruf Vokal
아 a
야 ya
와 wa
이 i
위 wi
우 u
유 yu
에 e
예 ye
웨 we
오 o
요 yo
애 ae
얘 yae
왜 wae
어 eo
여 yeo
워 weo
으 eu
의 UI

🎵🎵🎵
에 & 애
sama sama dibaca e
Bedanya
에 kayak beres
애 kayak mbek (bunyi kambing)

오 & 어
sama sama dibaca o
Bedanya
오 kayak bunyi Robot
어 kayak bunyi Ngomong

Catatan
Tanda bulat (ㅇ) pada huruf vokal adalah konsonan. Dan bisa diganti dgn konsonan lain,
Tapi konsonan akan berbeda bunyi, sesuai letak posisinya.
Misalnya
ㄱ Mirip angka tujuh nih.

  • Jika diawal (frasa) disebut (G), “G….”
  • jika diakhir frasa dan mati berubah jad (k), “….k”
  • tapi dalam kata, di frasa pertama mati. Frasa keduanya huruf vokal, berarti tetep G.
  • tapi kalau mati didepannya ada konsonan atau berada di akhir kata. dia adalah k.

Cukup rumit ya?, gak ko

Konsonan
ㅂ B… / …p
ㅃ Bb(bunyi Pp)… / …pp
ㅊ Ch… / …t
ㄷ D… / …t
ㄸ Dd(bunyi Tt)… / …tt
ㅍ F… / …p
ㄱ G… / …k
ㄲ Gg(bunyi Kk)… / …kk
ㅎ H… / …t
ㅈ J… / …t
ㅉ Jj(bunyi Ch)… / …tt
ㅋ Kh… /…kh
ㄹ R… / …L
ㅁ M… / …m
ㄴ N… / …n
ㅇ – … (Gak ada bunyinya)/ …ng
ㅅ S … / …t
ㅆ Ss … / …t
ㅌ T … / …t

Loh kok kalau diakhir frasa (kata), kebanyakan berubah jadi p, t, k..
Terus kalo frasa(kata) yg akhirnya s,d,b,g, h gmna?
Jawabannya Tambah eu aja..
Kayak qolqolah dong hahaha

Contoh qolqolah
(D) Mamad
ditulis mamadeu
(S) Remas
ditulis remaseu
(G) Bigbos
ditulis bigeuboseu
(B) Sabtu
ditulis sabeutu

Nah kalo (h) beda lagi..
Bukan di tambah eu, tapi diabaikan aja
Contoh
Ahmad
Ditulis Amadeu
Sawah
Ditulis Sawa

Dan ada yg kayak ikhfa loh
Misalnya
ㄴ(N) Ketemu ㄱ(g)
ㄱ (G) Ketemu ㄴ(n)
Dibaca Ng ya!
Contoh
Magnum dibca mangnum
atau
Hanguk dibca hangguk

Oh iya, idghom juga ada.
..dihilangkan
Misalnya
D (ㄷ) ketemu N (ㄴ)
Badnot
Dibaca bannot
B (ㅂ) ketemu M ( ㅁ)
Babmal
Dibaca Bammal

Bandung dan Bambang gimana?
Normal aja, gak termasuk idhgom kalo itu..

Pembenaran

Perlu semak semak untuk menutupi kondisi sebenarnya dibalik itu.

Itu seperti pembenaran.

Kumpulan dari beberapa alasan yang dibuat buat, yang satu sama lain saling dikaitkan. Agar lawan bicara , percaya dengan kebohongan kebohongan yang kita tutupi.

Seperti Semak semak pada umumnya, bisa terlihat indah, bisa juga terlihat mengganggu. Sebagian orang risih dengan ini.

Namun, semak semak itu akan berkembang. Berbeda waktu , berbeda pula tampilannya. Berbeda dengan fakta. Pemaparan dari fakta akan bersifat tetap dan berlandasan. Waktu berlalu pun, Takan mengubah paragrafh dari pemaparan fakta. Fakta itu tidak seperti semak semak